Sunday, February 5, 2017

Kegiatan kelas III SD loh

Mereka senang banget dengan permainan lampu-lampu LED kelap-kelip, menggunakan baterai dan kabel-kabel. Lihatlah wajah mereka senyum, ceria dan pengin memainkan semua.


Selamat belajar ..................................................................................................................

Saturday, February 4, 2017

Awal aku pindah tempat mengabdi (SD SAKURA)

Sudah lima bulan aku membenahi sekolah   SIFGHAH AKLAK QURAN (SAKURA) banyak hal yang butuh penyesuaian, beda jauh kondisinya dengan AL FALAH.  Sekolah ini tempat masyarakat kurang mampu mengharap mendapat pendidikan anaknya yang bagus, namun demikian banyak semangat untuk maju dari siswanya tidak kalah dengan sekoah yang dulu.  Sakura menggunakan tiga pendekatan kurikulum yaitu halaqah iman dan taqwa, BCCT dan kurikulum Diknas, dengan demikian alokasi iman dan taqwa lebih banyak drpd yg lain, BCCT lebih dominan dalam pengasuhan anak  sedang kurnas diambil materi  ajarnya. Bulan pertama saya bekerja saya ajukan LAB SCIENCE untuk menambah pengetahuan siswa tentang IPA, alhamdulillah respon yayasan, guru, OTM dan anak sangat positif. Selain itu aku ajukan untuk legalisasi sekoah alhamdulillah juga positif, saat saya menulis di blog ini proses perizinan sekolah hampir tuntas insya Allah dua minggu lagi selesai. Foto ini salah satu foto kegiatan LAB SCIENCE yang menyenangkan

ini kelas VI sedang merangkai lampu Flip-Flop, mereka mensolder komponen2 dasar seperti resistor, kapasitor, transistor dan lampu LED

Sunday, July 3, 2016

AWAL DAN AKHIR PERJALANANKU DI ALFALAH

DUA FOTO INI  merupakan saksi bisu awal dan akhir perjalananku di Al Falah.
foto pertama saya saat memegang kelas enam SD Al Falah awal-awal saya mengabdikan diri di sekolah Al Falah.  Saat itu unit paling tinggi SMP itupun baru kelas VIII  dan belum ada alumni. Dalam foto itu ada nama-nama yang masih ada di benakku seperti Putri (yg aku panggil Putik), Inayah Safitri (aku panggil Fitik), ada Buyung, Gema, Deo Gratias, dan Rian  ( aku panggil empat sekawan) memang berempat ini kompak pertemanannya juga bercandanya. Pernah suatu saat (mabit) bulan puasa mereka bercanda masuk kedalam penginapan anak perempuan dan mematikan lampu ruangan itu (ruang bersama kelas V-VIII) sekolah lama, semua anak perempuan ketakutan karena saat itu gencar-gencarnya berita dari salah satu siswi yg dapat melihat hantu kepala berjalan di kelas dan di kamar mandi ruangan itu. Anak yg saya maksud adalah Nadira termasuk ada dalam foto ini. Dari empat sekawan ini yg tertangkap tangan oleh saya adalah Rian (sekarang saat saya tulis cerita ini ia sudah dewasa/mahasiswa).

Rian saya proses dengan nasehat individual, yg saya sampaikan adalah bagaimana melaksanakan aturan sekolah tidak menakuti teman. Kejadian itu ada yang melihat siapa orangnya aku tidak tahu, yang jelas besok paginya aku di panggil Ibu Wismi selaku direktur sekolah bahwa penanganan saya terhadap empat sekawan terlalu keras, terutama terhadap Rian, akhirnya saya diminta untuk minta maaf kepada Rian. Hal ini saya lakukan hari senin pagi (saya minta maaf kpd Rian atas kekhilafan saya). Sepertinya peristiwa ini baru pertama kali terjadi di Al Falah/ guru minta maaf kpd murid, tapi itulah Alfalah yg sangat menjunjung tinggi sportifitas dan demokratis.
Anak yg lain ada cewek kembar Ira dan Ina, ada Dara Putrigaisani (ia tidak melanjutkan SMP di AlFalah), ada Fitri, ada Nadira (bisa lihat makluk halus), ada Dea Erisa (pakai kursi roda) alhamdulillah sekarang sudah sarjana dari UI, Cewek yg ini senyumnya lembut dan kuliah di Australia namanya Zara, dan satu lagi maaf sejuta maaf aku lupa namanya saat menulis ini ( yg berdiri di apit Zara dan Nadira). Alhamdulillah atas bantuan Syifa (anakku) aku ingat namanya yaitu Ita (halo Ita apakabar, hampir saja aku lupa namamu). Aku doakan semoga kalian semua menjadi orang yang bahagia, sejahtera dan taqwa kepada Allah swt.


Ini foto kelas IX terakhir pengabdianku di Al Falah. Semoga anak-anak ini dan yang lain yang pernah belajar sama saya mendapar berkah Allah dan dapat mengabdikan dirika kepada keluarga, bangsa dan agamanya.
foto ini diambil di kelas IX sekolah lama ya seperti inilah kondisinya, sesama mereka terjadi pertemanan yang saling membantu dan suport untuk sukses bersama. Diawal tahun mereka menuliskan motto kelas yang intinya ingin menciptakan suasana kelas kondusif untu belajar, menyenangkan dan dapat mewujudkan impian bersama yaitu "sukses UN bersama dengan kualitas nilai yang bagus"  dan alhamdulillah hal itu terbukti nilai UN mereka tinggi kemudian lulus bersama. Kebersamaan kelas ini sempat goyah karena salah satu siswinya (Fatha) pernah tidak aktif kurang lebih dua atau tiga bulan, alhamdulillah mendekati UN diperbolehkan masuk dan bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan materi ajarnya. Aku merasa salut terhadap kegigihan dan kesungguhan belajarnya, saat temannya sudah pulang Fatha masih minta belajar kepada Tsania dan kadang kepada saya, hasilnya tidak mengecewkan alhamdulillah. Kelas ini penghuninya satu persatu memiliki keunikan dan bervariasi, ada yang daya tangkap nya sangat cepat ttp kurang teliti, ada yg kalem ttp cerdas dan teliti, ada yang sok ganteng (ttp memang ia belakangan ganteng), ada yang memang beneran ganteng (asli), ada yg sok ustadz ttp memang sepertinya nanti jadi ustadz,  ada yang kerjaannya tiap hari ngrapiin rambut ttp memang rambutnya bagus/kaya badai, ada cewek yang hobinya beladiri mudah2an nanti dapat membela bangsa dan agamanya ttp ia tetap cantik apalagi kalau berhijab, ada yang selalu berpakaian rapi serapi pribadinya ttp juga manis senyumnya, ada yang cantik lembut selalu senyum ipanya bagus ttp tidak mau neko-neko (sma di luar Al Falah), satu lagi cowok yg tak pernah sedih selalu senyum pribadinya sangat baik dan senang membantu siapa saja. Siapa yang unik2 tersebut tak lain dan tak buka (pinjam kalimat nya Pak Tedi) adalah : dari kiri kekanan EQI, FAUZAN, BOWI, USAMAH, NAUFAL, DHAFA, saya, NOVITA, TSANIA, FATHA dan dua lagi ZETA + FAHIRA (tidak masuk sekolah saat pengambilan foto).
Daaaaaaaaa sampai ketemu dilain kesempatan.



Sunday, August 2, 2015

Suasana yang tinggal kenangan



Suasana  sekolah alfalah tercinta yang tinggak kenangan.  Foto ini sebagai satu diantara  seribu dari kegiatan  harian kami di sekolah alfalah, kenapa  tinggal  kenangan, karena  sebentar lagi 17 agustus 2015  nanti kami pindah ke lokasi sekolah alfalah yang baru.  sebenarnya  yang ada dalam hati kecilku  sangatlah tidak rela,  karena  sekolah  ini yang ada dalam foto ini sangat melekat  dalam pengalaman hidupku,  aku menjadi guru yang benar  dimulai dari lokasi ini. Kalau pun dipaksakan menempati  tempat yang baru,  pastilah suasana  hati  seperti ini tidak akan saya dapatkan lagi. suasana  sekolah yang akan saya tinggalkan ini sangat nyaman untuk belajar,  lihat  latar belakang foto ini, penuh suasana tumbuhan rindang,  hijau, lahan  luas, gedung  sedikit  sangat menyejukkan pandangan  dan hati.  perhatikan  raut  muka anak-anak murid  saya dalam foto ini, mereka  cantik, gembira, rilek  dan akrap dengan gurunya, mereka menganggap  saya/guru  sebagai teman menuntut  ilmu,  jadi  tidak ada ketegangan interaksi.  Mudah-mudahan  walaupun tidak  seindah ini di lokasi baru nanti  akan  saya dapatkan suasana seperti ini.  Amiiiiin yaa Allah.

Thursday, July 30, 2015

Pengalaman yang menegangkan


Foto ini merupakan saksi bisu pengalaman yang sangat serem dan menegangkan selama aku berada di dunia ini.  Sekitar  bulan oktober  2014,  aku bersama Bapak Tedi Mulyadi  melakukan  survey tempat  ke pulau Peucang  di Ujung Kulon  propinsi Banten.  Tujuannya  ingin melihat langsung kondisi  perjalanan laut yang direncanakan untuk ekspedisi  anak SMP  AlFalah  ke Propinsi Banten (pulau Peucang).  Perjalana  laut dari pantai Sumur  s/d  pulau Peucang  kurang lebih 3 jam, menggunakan  perahu  motor  yang panjang nya  17 m  dan lebarnya 5 m,  perahu ini  muat 20 orang penumpang.  Tetapi  saat  survey  itu  hanya  saya, bp Tedi  dan  temannya  Pak Tedi  yang bernama Yudi  (tinggal di kecamatan Cimanggu  Pandeglang  Banten).  ABK  perahu  3 orang ( nahkoda 1 dan pembantu 2 orang).  Mengapa  pengalaman ini sangat menegangkan ?   Karena selama 2,5 jam keberangkatan  dan 3 jam  kepulangan  kami dihadang  oleh  ombak kurang lebih  2,5 m  tingginya.  Terutama  saat kepulangan  dari pulau Peucang  menuju pantai sumur.  Perahu  terombang - ambing  dan  terbanting-banting  sampai  air laut masuk kedalam perahu dan mengguyur kami semua. selama  3 jam  kepulangan  hanya  doa kepada Allah  swt  yang terucap  dan  yang tidak mampu terucap  oleh mulut ini.   Saya  pasrah kepada  kehendak  Allah, saya  berusaha  mengabarkan kejadian ini  kepada teman di sekolah  dan keluarga di rumah tidak  pernah  berhasil,  karena  sinyal Hp tidak ada sama sekali.  keteganganku  mulai sedikit  reda  setelah saat  terakhir  dari perjalanan kepulangan ini  menemui  air laut berwarna hijau  dan di situ benyak  terdapat  sampah. Dalam pikiranku  pasti ini sudah mendekati pantai,  ternyata  benar  karena sekitar  30 menit  kemudian terlihatlah tiang-tiang  SUTET  di pantai nan jauh di sana.  Alhamdulillah  kami selamat sampai pantai Sumur.

Saturday, July 4, 2015

Yang berkesan di pantai Bira (Celebes)





Banyak  pelajaran yang saya dapat saat ekspedisi Bumi Celebes, begitu juga siswa- siswi  kami. Pantai Bira sangat indah, pasirnya putih bersih, airnya kemilau bening, matahari tenggelam dan terbit sangat mengagumkan "membawa suasana ingat keagungan Allah swt".  Aku kenal Bp. Ahmad  sang pemilik hotel Anda Beach, adalah seorang pelaut yang hebat, pemerhati, pencipta dan pelestari kapal Pinisi  (ikon pulau Sulawesi itu). Aku dapat pelajaran besar dari Beliau "bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa pelaut yang memiliki keberanian dan kemampuan melebihi bangsa manapun termasuk Eropa"  dan pesan yang Beliau sampaikan kepada kami adalah "kabarkan ucapan ini kepada semua anak muda Indonesia"  agar terbuka mata, telinga dan hatinya bahwa kita bukan bangsa yang lemah.
TERIMAKASIH  Pak Ahmad.