Sunday, August 2, 2015

Suasana yang tinggal kenangan



Suasana  sekolah alfalah tercinta yang tinggak kenangan.  Foto ini sebagai satu diantara  seribu dari kegiatan  harian kami di sekolah alfalah, kenapa  tinggal  kenangan, karena  sebentar lagi 17 agustus 2015  nanti kami pindah ke lokasi sekolah alfalah yang baru.  sebenarnya  yang ada dalam hati kecilku  sangatlah tidak rela,  karena  sekolah  ini yang ada dalam foto ini sangat melekat  dalam pengalaman hidupku,  aku menjadi guru yang benar  dimulai dari lokasi ini. Kalau pun dipaksakan menempati  tempat yang baru,  pastilah suasana  hati  seperti ini tidak akan saya dapatkan lagi. suasana  sekolah yang akan saya tinggalkan ini sangat nyaman untuk belajar,  lihat  latar belakang foto ini, penuh suasana tumbuhan rindang,  hijau, lahan  luas, gedung  sedikit  sangat menyejukkan pandangan  dan hati.  perhatikan  raut  muka anak-anak murid  saya dalam foto ini, mereka  cantik, gembira, rilek  dan akrap dengan gurunya, mereka menganggap  saya/guru  sebagai teman menuntut  ilmu,  jadi  tidak ada ketegangan interaksi.  Mudah-mudahan  walaupun tidak  seindah ini di lokasi baru nanti  akan  saya dapatkan suasana seperti ini.  Amiiiiin yaa Allah.

Thursday, July 30, 2015

Pengalaman yang menegangkan


Foto ini merupakan saksi bisu pengalaman yang sangat serem dan menegangkan selama aku berada di dunia ini.  Sekitar  bulan oktober  2014,  aku bersama Bapak Tedi Mulyadi  melakukan  survey tempat  ke pulau Peucang  di Ujung Kulon  propinsi Banten.  Tujuannya  ingin melihat langsung kondisi  perjalanan laut yang direncanakan untuk ekspedisi  anak SMP  AlFalah  ke Propinsi Banten (pulau Peucang).  Perjalana  laut dari pantai Sumur  s/d  pulau Peucang  kurang lebih 3 jam, menggunakan  perahu  motor  yang panjang nya  17 m  dan lebarnya 5 m,  perahu ini  muat 20 orang penumpang.  Tetapi  saat  survey  itu  hanya  saya, bp Tedi  dan  temannya  Pak Tedi  yang bernama Yudi  (tinggal di kecamatan Cimanggu  Pandeglang  Banten).  ABK  perahu  3 orang ( nahkoda 1 dan pembantu 2 orang).  Mengapa  pengalaman ini sangat menegangkan ?   Karena selama 2,5 jam keberangkatan  dan 3 jam  kepulangan  kami dihadang  oleh  ombak kurang lebih  2,5 m  tingginya.  Terutama  saat kepulangan  dari pulau Peucang  menuju pantai sumur.  Perahu  terombang - ambing  dan  terbanting-banting  sampai  air laut masuk kedalam perahu dan mengguyur kami semua. selama  3 jam  kepulangan  hanya  doa kepada Allah  swt  yang terucap  dan  yang tidak mampu terucap  oleh mulut ini.   Saya  pasrah kepada  kehendak  Allah, saya  berusaha  mengabarkan kejadian ini  kepada teman di sekolah  dan keluarga di rumah tidak  pernah  berhasil,  karena  sinyal Hp tidak ada sama sekali.  keteganganku  mulai sedikit  reda  setelah saat  terakhir  dari perjalanan kepulangan ini  menemui  air laut berwarna hijau  dan di situ benyak  terdapat  sampah. Dalam pikiranku  pasti ini sudah mendekati pantai,  ternyata  benar  karena sekitar  30 menit  kemudian terlihatlah tiang-tiang  SUTET  di pantai nan jauh di sana.  Alhamdulillah  kami selamat sampai pantai Sumur.

Saturday, July 4, 2015

Yang berkesan di pantai Bira (Celebes)





Banyak  pelajaran yang saya dapat saat ekspedisi Bumi Celebes, begitu juga siswa- siswi  kami. Pantai Bira sangat indah, pasirnya putih bersih, airnya kemilau bening, matahari tenggelam dan terbit sangat mengagumkan "membawa suasana ingat keagungan Allah swt".  Aku kenal Bp. Ahmad  sang pemilik hotel Anda Beach, adalah seorang pelaut yang hebat, pemerhati, pencipta dan pelestari kapal Pinisi  (ikon pulau Sulawesi itu). Aku dapat pelajaran besar dari Beliau "bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa pelaut yang memiliki keberanian dan kemampuan melebihi bangsa manapun termasuk Eropa"  dan pesan yang Beliau sampaikan kepada kami adalah "kabarkan ucapan ini kepada semua anak muda Indonesia"  agar terbuka mata, telinga dan hatinya bahwa kita bukan bangsa yang lemah.
TERIMAKASIH  Pak Ahmad.

Ucapan Syifa (anakku nomer dua)


Syifa anak perempuanku nomer dua, sekarang sedang magang kerja di Indosat, untuk gelar sarjananya beberapa bulan lagi. anakku ada dua orang (pertama Tika dan kedua Syifa yg sedang ku ceritakan ini), kedua duanya cantik, cerdas dan dewasa. Syifa berpenampilan kalem sepertinya gen dari saya lebih dominan, orangnya ngangenin, kuliah di Telkom Bandung, belum sampai satu bulan di Bandung aku merasa kangen banget. Ucapan ulang tahun ini sangat membahagiakan aku, yang di SMS sampai sekarang belum saya hapus, rasanya pengin saya ukir tulisan itu di batu pualam atau di atas lempeng "iridium"  yang tidak akan lekang oleh ledakan nuklir sekalipun. Terimakasih Syifa atas perhatiannya kepada ayahmu (aku).  

Komen siswa saat ultahku






Saturday, December 20, 2014

"Sarapan di Sumbawa Barat"
Sebelah kananku yang duduk mlorot itu Mega waktu itu 2013  kelas X,  yang pakai switer hitam itu Bintang di langit,  dan yang switer  putih garis2 namanya Diandra Nabila, mereka bertiga satu kelas. sampai sekarang  desember 2014  masih bersama saya di Af. Saat  di sumbawa  kenangan yang paling  melekat  di ingatanku  adalah kunjungan kami PT Newmon, dan pemandangan lahan hijau rumput ditepi perjalanan yang dipenuhi oleh ratusan populasi sapi sedang mencari makan, selain itu saat kami  observasi di Pulau lombok keindahan pantainya luar biasa. Pantai Kuta memiliki pasir yang bulat-bulat sebesar biji tumbar berwarna coklat muda seragam besarnya. Pantai Senggigi ramai dengan pengunjung sangat indah  dan yang lebih berkesan lagi saat kami turun ke tengah laut mengamati budidaya tiram mutiara, dari semua pemandangan langsung tersebut terbayang begitu kayanya daerah Nusa Tenggara Barat ini. Aku berharap  nanti anak2 muridku ini dapat mengembangkan lebih baik potensi yang ada tersebut.