Sudah lima bulan aku membenahi sekolah SIFGHAH AKLAK QURAN (SAKURA) banyak hal yang butuh penyesuaian, beda jauh kondisinya dengan AL FALAH. Sekolah ini tempat masyarakat kurang mampu mengharap mendapat pendidikan anaknya yang bagus, namun demikian banyak semangat untuk maju dari siswanya tidak kalah dengan sekoah yang dulu. Sakura menggunakan tiga pendekatan kurikulum yaitu halaqah iman dan taqwa, BCCT dan kurikulum Diknas, dengan demikian alokasi iman dan taqwa lebih banyak drpd yg lain, BCCT lebih dominan dalam pengasuhan anak sedang kurnas diambil materi ajarnya. Bulan pertama saya bekerja saya ajukan LAB SCIENCE untuk menambah pengetahuan siswa tentang IPA, alhamdulillah respon yayasan, guru, OTM dan anak sangat positif. Selain itu aku ajukan untuk legalisasi sekoah alhamdulillah juga positif, saat saya menulis di blog ini proses perizinan sekolah hampir tuntas insya Allah dua minggu lagi selesai. Foto ini salah satu foto kegiatan LAB SCIENCE yang menyenangkan
ini kelas VI sedang merangkai lampu Flip-Flop, mereka mensolder komponen2 dasar seperti resistor, kapasitor, transistor dan lampu LED
Saturday, February 4, 2017
Sunday, July 3, 2016
AWAL DAN AKHIR PERJALANANKU DI ALFALAH
DUA FOTO INI merupakan saksi bisu awal dan akhir perjalananku di Al Falah.
foto pertama saya saat memegang kelas enam SD Al Falah awal-awal saya mengabdikan diri di sekolah Al Falah. Saat itu unit paling tinggi SMP itupun baru kelas VIII dan belum ada alumni. Dalam foto itu ada nama-nama yang masih ada di benakku seperti Putri (yg aku panggil Putik), Inayah Safitri (aku panggil Fitik), ada Buyung, Gema, Deo Gratias, dan Rian ( aku panggil empat sekawan) memang berempat ini kompak pertemanannya juga bercandanya. Pernah suatu saat (mabit) bulan puasa mereka bercanda masuk kedalam penginapan anak perempuan dan mematikan lampu ruangan itu (ruang bersama kelas V-VIII) sekolah lama, semua anak perempuan ketakutan karena saat itu gencar-gencarnya berita dari salah satu siswi yg dapat melihat hantu kepala berjalan di kelas dan di kamar mandi ruangan itu. Anak yg saya maksud adalah Nadira termasuk ada dalam foto ini. Dari empat sekawan ini yg tertangkap tangan oleh saya adalah Rian (sekarang saat saya tulis cerita ini ia sudah dewasa/mahasiswa).
Rian saya proses dengan nasehat individual, yg saya sampaikan adalah bagaimana melaksanakan aturan sekolah tidak menakuti teman. Kejadian itu ada yang melihat siapa orangnya aku tidak tahu, yang jelas besok paginya aku di panggil Ibu Wismi selaku direktur sekolah bahwa penanganan saya terhadap empat sekawan terlalu keras, terutama terhadap Rian, akhirnya saya diminta untuk minta maaf kepada Rian. Hal ini saya lakukan hari senin pagi (saya minta maaf kpd Rian atas kekhilafan saya). Sepertinya peristiwa ini baru pertama kali terjadi di Al Falah/ guru minta maaf kpd murid, tapi itulah Alfalah yg sangat menjunjung tinggi sportifitas dan demokratis.
Anak yg lain ada cewek kembar Ira dan Ina, ada Dara Putrigaisani (ia tidak melanjutkan SMP di AlFalah), ada Fitri, ada Nadira (bisa lihat makluk halus), ada Dea Erisa (pakai kursi roda) alhamdulillah sekarang sudah sarjana dari UI, Cewek yg ini senyumnya lembut dan kuliah di Australia namanya Zara, dan satu lagi maaf sejuta maaf aku lupa namanya saat menulis ini ( yg berdiri di apit Zara dan Nadira). Alhamdulillah atas bantuan Syifa (anakku) aku ingat namanya yaitu Ita (halo Ita apakabar, hampir saja aku lupa namamu). Aku doakan semoga kalian semua menjadi orang yang bahagia, sejahtera dan taqwa kepada Allah swt.
Ini foto kelas IX terakhir pengabdianku di Al Falah. Semoga anak-anak ini dan yang lain yang pernah belajar sama saya mendapar berkah Allah dan dapat mengabdikan dirika kepada keluarga, bangsa dan agamanya.
foto ini diambil di kelas IX sekolah lama ya seperti inilah kondisinya, sesama mereka terjadi pertemanan yang saling membantu dan suport untuk sukses bersama. Diawal tahun mereka menuliskan motto kelas yang intinya ingin menciptakan suasana kelas kondusif untu belajar, menyenangkan dan dapat mewujudkan impian bersama yaitu "sukses UN bersama dengan kualitas nilai yang bagus" dan alhamdulillah hal itu terbukti nilai UN mereka tinggi kemudian lulus bersama. Kebersamaan kelas ini sempat goyah karena salah satu siswinya (Fatha) pernah tidak aktif kurang lebih dua atau tiga bulan, alhamdulillah mendekati UN diperbolehkan masuk dan bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan materi ajarnya. Aku merasa salut terhadap kegigihan dan kesungguhan belajarnya, saat temannya sudah pulang Fatha masih minta belajar kepada Tsania dan kadang kepada saya, hasilnya tidak mengecewkan alhamdulillah. Kelas ini penghuninya satu persatu memiliki keunikan dan bervariasi, ada yang daya tangkap nya sangat cepat ttp kurang teliti, ada yg kalem ttp cerdas dan teliti, ada yang sok ganteng (ttp memang ia belakangan ganteng), ada yang memang beneran ganteng (asli), ada yg sok ustadz ttp memang sepertinya nanti jadi ustadz, ada yang kerjaannya tiap hari ngrapiin rambut ttp memang rambutnya bagus/kaya badai, ada cewek yang hobinya beladiri mudah2an nanti dapat membela bangsa dan agamanya ttp ia tetap cantik apalagi kalau berhijab, ada yang selalu berpakaian rapi serapi pribadinya ttp juga manis senyumnya, ada yang cantik lembut selalu senyum ipanya bagus ttp tidak mau neko-neko (sma di luar Al Falah), satu lagi cowok yg tak pernah sedih selalu senyum pribadinya sangat baik dan senang membantu siapa saja. Siapa yang unik2 tersebut tak lain dan tak buka (pinjam kalimat nya Pak Tedi) adalah : dari kiri kekanan EQI, FAUZAN, BOWI, USAMAH, NAUFAL, DHAFA, saya, NOVITA, TSANIA, FATHA dan dua lagi ZETA + FAHIRA (tidak masuk sekolah saat pengambilan foto).
Daaaaaaaaa sampai ketemu dilain kesempatan.
foto pertama saya saat memegang kelas enam SD Al Falah awal-awal saya mengabdikan diri di sekolah Al Falah. Saat itu unit paling tinggi SMP itupun baru kelas VIII dan belum ada alumni. Dalam foto itu ada nama-nama yang masih ada di benakku seperti Putri (yg aku panggil Putik), Inayah Safitri (aku panggil Fitik), ada Buyung, Gema, Deo Gratias, dan Rian ( aku panggil empat sekawan) memang berempat ini kompak pertemanannya juga bercandanya. Pernah suatu saat (mabit) bulan puasa mereka bercanda masuk kedalam penginapan anak perempuan dan mematikan lampu ruangan itu (ruang bersama kelas V-VIII) sekolah lama, semua anak perempuan ketakutan karena saat itu gencar-gencarnya berita dari salah satu siswi yg dapat melihat hantu kepala berjalan di kelas dan di kamar mandi ruangan itu. Anak yg saya maksud adalah Nadira termasuk ada dalam foto ini. Dari empat sekawan ini yg tertangkap tangan oleh saya adalah Rian (sekarang saat saya tulis cerita ini ia sudah dewasa/mahasiswa).
Rian saya proses dengan nasehat individual, yg saya sampaikan adalah bagaimana melaksanakan aturan sekolah tidak menakuti teman. Kejadian itu ada yang melihat siapa orangnya aku tidak tahu, yang jelas besok paginya aku di panggil Ibu Wismi selaku direktur sekolah bahwa penanganan saya terhadap empat sekawan terlalu keras, terutama terhadap Rian, akhirnya saya diminta untuk minta maaf kepada Rian. Hal ini saya lakukan hari senin pagi (saya minta maaf kpd Rian atas kekhilafan saya). Sepertinya peristiwa ini baru pertama kali terjadi di Al Falah/ guru minta maaf kpd murid, tapi itulah Alfalah yg sangat menjunjung tinggi sportifitas dan demokratis.
Anak yg lain ada cewek kembar Ira dan Ina, ada Dara Putrigaisani (ia tidak melanjutkan SMP di AlFalah), ada Fitri, ada Nadira (bisa lihat makluk halus), ada Dea Erisa (pakai kursi roda) alhamdulillah sekarang sudah sarjana dari UI, Cewek yg ini senyumnya lembut dan kuliah di Australia namanya Zara, dan satu lagi maaf sejuta maaf aku lupa namanya saat menulis ini ( yg berdiri di apit Zara dan Nadira). Alhamdulillah atas bantuan Syifa (anakku) aku ingat namanya yaitu Ita (halo Ita apakabar, hampir saja aku lupa namamu). Aku doakan semoga kalian semua menjadi orang yang bahagia, sejahtera dan taqwa kepada Allah swt.
Ini foto kelas IX terakhir pengabdianku di Al Falah. Semoga anak-anak ini dan yang lain yang pernah belajar sama saya mendapar berkah Allah dan dapat mengabdikan dirika kepada keluarga, bangsa dan agamanya.
foto ini diambil di kelas IX sekolah lama ya seperti inilah kondisinya, sesama mereka terjadi pertemanan yang saling membantu dan suport untuk sukses bersama. Diawal tahun mereka menuliskan motto kelas yang intinya ingin menciptakan suasana kelas kondusif untu belajar, menyenangkan dan dapat mewujudkan impian bersama yaitu "sukses UN bersama dengan kualitas nilai yang bagus" dan alhamdulillah hal itu terbukti nilai UN mereka tinggi kemudian lulus bersama. Kebersamaan kelas ini sempat goyah karena salah satu siswinya (Fatha) pernah tidak aktif kurang lebih dua atau tiga bulan, alhamdulillah mendekati UN diperbolehkan masuk dan bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan materi ajarnya. Aku merasa salut terhadap kegigihan dan kesungguhan belajarnya, saat temannya sudah pulang Fatha masih minta belajar kepada Tsania dan kadang kepada saya, hasilnya tidak mengecewkan alhamdulillah. Kelas ini penghuninya satu persatu memiliki keunikan dan bervariasi, ada yang daya tangkap nya sangat cepat ttp kurang teliti, ada yg kalem ttp cerdas dan teliti, ada yang sok ganteng (ttp memang ia belakangan ganteng), ada yang memang beneran ganteng (asli), ada yg sok ustadz ttp memang sepertinya nanti jadi ustadz, ada yang kerjaannya tiap hari ngrapiin rambut ttp memang rambutnya bagus/kaya badai, ada cewek yang hobinya beladiri mudah2an nanti dapat membela bangsa dan agamanya ttp ia tetap cantik apalagi kalau berhijab, ada yang selalu berpakaian rapi serapi pribadinya ttp juga manis senyumnya, ada yang cantik lembut selalu senyum ipanya bagus ttp tidak mau neko-neko (sma di luar Al Falah), satu lagi cowok yg tak pernah sedih selalu senyum pribadinya sangat baik dan senang membantu siapa saja. Siapa yang unik2 tersebut tak lain dan tak buka (pinjam kalimat nya Pak Tedi) adalah : dari kiri kekanan EQI, FAUZAN, BOWI, USAMAH, NAUFAL, DHAFA, saya, NOVITA, TSANIA, FATHA dan dua lagi ZETA + FAHIRA (tidak masuk sekolah saat pengambilan foto).
Daaaaaaaaa sampai ketemu dilain kesempatan.
Sunday, August 2, 2015
Suasana yang tinggal kenangan
Suasana sekolah alfalah tercinta yang tinggak kenangan. Foto ini sebagai satu diantara seribu dari kegiatan harian kami di sekolah alfalah, kenapa tinggal kenangan, karena sebentar lagi 17 agustus 2015 nanti kami pindah ke lokasi sekolah alfalah yang baru. sebenarnya yang ada dalam hati kecilku sangatlah tidak rela, karena sekolah ini yang ada dalam foto ini sangat melekat dalam pengalaman hidupku, aku menjadi guru yang benar dimulai dari lokasi ini. Kalau pun dipaksakan menempati tempat yang baru, pastilah suasana hati seperti ini tidak akan saya dapatkan lagi. suasana sekolah yang akan saya tinggalkan ini sangat nyaman untuk belajar, lihat latar belakang foto ini, penuh suasana tumbuhan rindang, hijau, lahan luas, gedung sedikit sangat menyejukkan pandangan dan hati. perhatikan raut muka anak-anak murid saya dalam foto ini, mereka cantik, gembira, rilek dan akrap dengan gurunya, mereka menganggap saya/guru sebagai teman menuntut ilmu, jadi tidak ada ketegangan interaksi. Mudah-mudahan walaupun tidak seindah ini di lokasi baru nanti akan saya dapatkan suasana seperti ini. Amiiiiin yaa Allah.
Thursday, July 30, 2015
Pengalaman yang menegangkan
Foto ini merupakan saksi bisu pengalaman yang sangat serem dan menegangkan selama aku berada di dunia ini. Sekitar bulan oktober 2014, aku bersama Bapak Tedi Mulyadi melakukan survey tempat ke pulau Peucang di Ujung Kulon propinsi Banten. Tujuannya ingin melihat langsung kondisi perjalanan laut yang direncanakan untuk ekspedisi anak SMP AlFalah ke Propinsi Banten (pulau Peucang). Perjalana laut dari pantai Sumur s/d pulau Peucang kurang lebih 3 jam, menggunakan perahu motor yang panjang nya 17 m dan lebarnya 5 m, perahu ini muat 20 orang penumpang. Tetapi saat survey itu hanya saya, bp Tedi dan temannya Pak Tedi yang bernama Yudi (tinggal di kecamatan Cimanggu Pandeglang Banten). ABK perahu 3 orang ( nahkoda 1 dan pembantu 2 orang). Mengapa pengalaman ini sangat menegangkan ? Karena selama 2,5 jam keberangkatan dan 3 jam kepulangan kami dihadang oleh ombak kurang lebih 2,5 m tingginya. Terutama saat kepulangan dari pulau Peucang menuju pantai sumur. Perahu terombang - ambing dan terbanting-banting sampai air laut masuk kedalam perahu dan mengguyur kami semua. selama 3 jam kepulangan hanya doa kepada Allah swt yang terucap dan yang tidak mampu terucap oleh mulut ini. Saya pasrah kepada kehendak Allah, saya berusaha mengabarkan kejadian ini kepada teman di sekolah dan keluarga di rumah tidak pernah berhasil, karena sinyal Hp tidak ada sama sekali. keteganganku mulai sedikit reda setelah saat terakhir dari perjalanan kepulangan ini menemui air laut berwarna hijau dan di situ benyak terdapat sampah. Dalam pikiranku pasti ini sudah mendekati pantai, ternyata benar karena sekitar 30 menit kemudian terlihatlah tiang-tiang SUTET di pantai nan jauh di sana. Alhamdulillah kami selamat sampai pantai Sumur.
Saturday, July 4, 2015
Yang berkesan di pantai Bira (Celebes)
Banyak pelajaran yang saya dapat saat ekspedisi Bumi Celebes, begitu juga siswa- siswi kami. Pantai Bira sangat indah, pasirnya putih bersih, airnya kemilau bening, matahari tenggelam dan terbit sangat mengagumkan "membawa suasana ingat keagungan Allah swt". Aku kenal Bp. Ahmad sang pemilik hotel Anda Beach, adalah seorang pelaut yang hebat, pemerhati, pencipta dan pelestari kapal Pinisi (ikon pulau Sulawesi itu). Aku dapat pelajaran besar dari Beliau "bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa pelaut yang memiliki keberanian dan kemampuan melebihi bangsa manapun termasuk Eropa" dan pesan yang Beliau sampaikan kepada kami adalah "kabarkan ucapan ini kepada semua anak muda Indonesia" agar terbuka mata, telinga dan hatinya bahwa kita bukan bangsa yang lemah.
TERIMAKASIH Pak Ahmad.
Ucapan Syifa (anakku nomer dua)
Syifa anak perempuanku nomer dua, sekarang sedang magang kerja di Indosat, untuk gelar sarjananya beberapa bulan lagi. anakku ada dua orang (pertama Tika dan kedua Syifa yg sedang ku ceritakan ini), kedua duanya cantik, cerdas dan dewasa. Syifa berpenampilan kalem sepertinya gen dari saya lebih dominan, orangnya ngangenin, kuliah di Telkom Bandung, belum sampai satu bulan di Bandung aku merasa kangen banget. Ucapan ulang tahun ini sangat membahagiakan aku, yang di SMS sampai sekarang belum saya hapus, rasanya pengin saya ukir tulisan itu di batu pualam atau di atas lempeng "iridium" yang tidak akan lekang oleh ledakan nuklir sekalipun. Terimakasih Syifa atas perhatiannya kepada ayahmu (aku).
Subscribe to:
Posts (Atom)














